Pemilihan dan Konfigurasi Stabilizer Tegangan 1 – Memilih Kapasitas Stabilizer Berdasarkan Jenis dan Kapasitas Beban
Pemilihan dan Konfigurasi Stabilizer Tegangan 1.
Memilih Kapasitas Stabilizer Tegangan Berdasarkan Jenis Beban dan Kapasitas Beban
Ikhtisar:
Kapasitas stabilizer tegangan umumnya memiliki nilai tetap.
Untuk sistem tiga fasa, biasanya berkisar antara 30 hingga 3000 kVA.
Tingkat daya biasanya dalam kelipatan 10 kVA atau 100 kVA (misalnya, 30 kVA, 50 kVA, 100 kVA, 150 kVA, 300 kVA).
Kapasitas beban pengguna sangat bervariasi.
Memilih kapasitas stabilizer tegangan yang lebih besar mengakibatkan biaya tambahan;
memilih kapasitas yang lebih kecil meningkatkan risiko kegagalan dan risiko kerusakan peralatan.
Bagaimana cara memilih model stabilizer tegangan yang sesuai dengan kapasitas beban di antara banyak spesifikasi stabilizer tegangan?
Beban resistif: Pilih stabilizer tegangan berdasarkan 1,5 hingga 2 kali kapasitas beban puncak.
Contohnya, jika beban 110 kW, kapasitas stabilizer tegangan adalah 110 * 1,5 = 165 kW.
Bulatkan stabilizer tegangan menjadi 200 kVA.
Untuk beban induktif, seperti motor,
1. Untuk metode starting star-delta atau auto coupler step-down, pilih stabilizer tegangan berdasarkan 5 kali kapasitas motor.
Contohnya, untuk motor 37kW, kapasitas regulator tegangan adalah: 37*5 = 185kW;
Bulatkan dan pilih regulator tegangan 200kW.
2. Untuk motor dengan kontrol frekuensi variabel dan servo, pilih regulator tegangan dengan kapasitas dua kali kapasitas motor.
Contohnya, untuk motor 55kW, kapasitas regulator tegangan adalah: 55*2 = 110kW;
Bulatkan dan pilih regulator tegangan 120kW.
3. Untuk beban kapasitif seperti catu daya switching dan perangkat penyimpan energi, pilih regulator tegangan dengan kapasitas dua kali kapasitas beban.
4. Untuk lokasi yang terpapar polusi arus harmonik dan tegangan, pilih regulator tegangan dengan kapasitas tiga kali kapasitas beban.






